Beranda » Jujurnya Anakku. Alhamdulillah.

Jujurnya Anakku. Alhamdulillah.

InGodWeTrust

Belum lama ini mamang menemukan karung beras berlubang dan banyak beras berceceran. Memang di rumah yang mamang tinggali sering ada tikus yang gak kalah rakusnya dengan para koruptor. Akhirnya setelah laporan ke sang empunya beras, mamang bermaksud untuk memindahkan beras tersebut ke tempat yang lebih aman dan tahan gerogotan para tikus.

Melihat bapaknya mengangkut karung beras, anak mamang yang kecil (4 tahun) menyapa bapaknya : “Bapak pengen ngapain?”. Si kecil memang selalu menggunakan istilah pengen untuk “mau”.

“Mau mindahin beras nak, karungnya bolong digigit tikus.” Kata mamang sambil memindahkan beras ke dalam langseng butut yang biasa dipakai untuk menyimpan beras.

Si ade diam sambil memperhatikan bapaknya memindahkan beras. Lalu tiba-tiba si ade berujar “Bukan tikus pak, itu ade yang menggunting…”

Subhanallah. Betapa jujur nya anakku. Biarpun cuma masalah kecil, tapi pengakuannya itu beresiko untuk mendapatkan teguran atau bahkan marah dari bapaknya. Selain itu, bukankah lebih mudah menyalahkan tikus?

Lalu besoknya, si akang yang sedang suka bercocok tanam sejak diberi tugas menanam dan mengamati tanaman toge / kecambah kacang hijau dari sekolahnya – mendapati daun bawang yang dia tanam di halaman patah. Dengan sedikit emosi, si akang memindahkan pot nya. Mamang bilang, “Mungkin dimainin si gibol (kucing)…”

Lalu sekonyong-konyong si dede yang sedang ikut memperhatikan kejadian itu kembali menyeletuk “Itu dede kemarin yang mainin, terus patah daunnya…”

Ya Allah mudah-mudahan sifat jujur ini akan tetap bertahan dan tertanam dalam pribadi anak-anak mamang. Betapa indahnya kehidupan seandainya semua orang jujur seperti anak-anak…

Mungkin ini juga menarik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *