Bukan mamang tidak butuh uang atau tidak ingin hidup berkecukupan, tapi mamang punya prinsip bahwa anak-anak adalah investasi dunia akhirat yang tidak cukup hanya diumpanin materi hasil kerja suami istri dari pagi sampai malam, dari senin sampai senin lagi.

Materi bisa dicari. Tapi waktu tidak bisa kembali lagi. Karena itu menurut mamang, suatu bangsa baru bisa dibilang adil kalau dalam satu keluarga cukup dinafkahi oleh salah satu orang tua.

Bagaimanapun anak berhak untuk mendapatkan kasih sayang penuh ibu nya sampai cukup umur (kl. 7 tahun).? Jika kondisi perekonomian suatu bangsa memaksa kedua orangtua untuk meninggalkan anaknya untuk bekerja, maka bangsa itu telah merampas hak si anak atas ibunya.

Atau mungkin sebetulnya tidak ada paksaan sama sekali?

Mohon maaf mamang sedang error.

Share:

Mungkin ini juga menarik