Kemarin mamang merasa sangat terhormat bisa membantu mendokumentasikan launching buku “Playing GOD” yang merupakan buah pengalaman Bp. Rully Roesli, dokter ginjal yang sering terjebak dalam konflik nurani akibat mahalnya biaya pengobatan di negeri ini. ?Dokter cucu dari sastrawan besar, Marah Roesli ini seringkali harus memilih, siapa yang boleh hidup, siapa yang harus mati.

Alhamdulillah, selain sekedar membantu jadi tukang potret – mamang juga jadi bertambah wawasan mengenai bagaimana profesi dokter terkadang ‘disandera’ oleh pilihan-pilihan yang harus dijatuhkan mengenai hidup – mati nya seseorang. ?Mamang juga jadi lebih tahu bahwa masih ada ‘a few good men (and women ofcourse)’ yang dengan ilmu dan wawasan yang mereka miliki berusaha untuk melepaskan jerat kapitalisasi dan industrialisasi kesehatan masyarakat di Indonesia. ?Semoga dengan ditulisnya buku ini akan lebih banyak lagi ‘ksatria’ lain yang akan bermunculan di Indonesia. ?Akan lebih banyak lagi mereka yang berani berbicara menyuarakan nurani nya demi keselamatan ummat.

Buku yang diterbitkan oleh mizan ini mengajak kita merenung tentang pilihan-pilihan kita dalam hidup. ?Sudah pantaskah kita menjadi “wakil” Tuhan di dunia?

Share:

Mungkin ini juga menarik