Gara-gara twitteran dengan Pak mentri (mentri lagi mentri lagi), mamang jadi diberondong pertanyaan soal konverter mobil listrik.

Awalnya sih sebetulnya karena kepedulian mamang atas penggunaan BBM yang seolah-olah dijadikan bahan kericuhan politik dan ekonomi di negeri ini. ?Jadi mamang berfikir, kenapa enggak dikembangkan saja konversi dari mobil ber – BBM ke sumber daya listrik. ?Wacana mengenai mobil listrik nasional juga sudah digulirkan oleh pak mentri – bahkan katanya akan di release akhir tahun 2012 ini.

Mobil listrik nasional tersebut sangat fleksibel dan bisa melakukan pengisian di rumah dengan tegangan 220 V dan hanya membutuhkan waktu 4-5 jam hingga baterai tersisi penuh. M Lutfi Andika/detikOto.

Yang menjadi pertanyaan mamang, kenapa tidak dikembangkan juga “converter kit” nya? ?Ternyata tanggapan mengenai “converter kit” ini bermacam-macam – ada yang bilang “memangnya AC pakai converter” atau “maksudnya steker kali”. ?Mamang berusaha meluruskan sebisanya melalui twitter yang hanya 140 karakter – dan hasilnya diantaranya adalah :

Yah, mungkin mamang bukan orang pintar – tapi mamang juga bukan tidak melakukan research sebelumnya.

Konversi kendaraan (roda dua dan roda empat) di luar negeri sudah lama dilakukan. ?Perkembangan teknologi baterai yang sekarang sudah ada Litium ?lithium manganese oxide (Li-Mn2O4) dan Lithium iron phosphate?bisa memberikan weight to discharge ratio yang sangat tinggi (dan tetap aman) dibandingkan (sealed) lead acid.

Mungkin kalau dianggapnya mamang delusif dengan kegiatan konversi ini, silahkan coba lihat di

http://www.evalbum.com/

Ini salah satu foto nya :

1983 Volkswagen Rabbit GTI ?Mango?

1999 Porsche Boxster EV

Kenapa harus konversi? ?Kenapa tidak langsung mobil listrik?

  • Dengan adanya konversi, ini bisa menjadi lahan pekerjaan baru bagi bengkel-bengkel kecil dan rumah modifikasi mobil yang bisa juga menjadi lapangan pekerjaan baru.
  • Dengan konversi, berarti bisnis mobil dan sparepart yang sudah berjalan tidak perlu ketar-ketir ganti haluan. ?Beberapa komponen seperti kaki-kaki, komponen body dan sebagainya selain engine masih bisa berjalan seperti biasa. ?Jaringan penjualan spare part pun masih bisa berjalan seperti biasa.
  • Dengan konversi – budget bagi para pemilik mobil yang sudah ada bisa disesuaikan, tidak perlu beli mobil baru yang akhirnya akan memenuhi garasi dan jalan. ?Bukan tidak mungkin suatu saat bisa dilihat mobil minibus tua dengan sumber energi listrik. ?Jadi konversi bisa dilakukan secara gradual, tidak total.

Mungkin – mamang salah. ?Mungkin mobil hasil konversi tidak akan sehebat mobil listrik sejati. ?Mungkin bisa lebih mahal (walaupun menurut mamang sih tidak) dan merugikan (pasti ada pihak pengusaha mobil ber BBM yang dirugikan). ?Tapi paling tidak, dengan terus menipisnya cadangan BBM, apakah tidak lebih baik kita siap-siap dari sekarang?

Ini salah satu foto conversion kit yang pernah mamang temui :

Share:

Mungkin ini juga menarik