Beranda » SKTM

SKTM

Sudah beberapa waktu ini soal SKTM gaduh sekali. Ada SKTM bodong, NEM, PPDB, dan banyak mahluk aneh lainnya.

Padahal sebetulnya untuk menentukan diterima tidak nya seorang calon siswa cukup pakai ranking prestasi akademik saja. Sudah jangan dimasukkan parameter lain, jangan dicampur-campur dengan SKTM, jatah anak guru lah dsb.

Kasus yang sekarang terjadi ini seperti suatu pengkhianatan proses  (seleksi akademik) yang sudah berjalan sepanjang masa pendidikan sebelumnya. Dimana anak didik telah merencanakan kelanjutan pendidikan nya dan tiba-tiba beledug bom SKTM dan jalur lainnya meledak dengan dahsyatnya menghapuskan mimpi dan rencana banyak anak didik.

Kalau memang mau membantu orang yang TIDAK MAMPU SECARA FINANSIAL ya itu harusnya tetap berdasar pada proses seleksi akademis, bukan berupa DISPENSASI. Bisa melalui jalur beasiswa atau program lainnya. Yang utama, seleksi akademis adalah harga mati dan tidak boleh diutak-atik lagi.

Sekarang jangankan harga mati, dalam proses seleksi akademis pun masih bisa dimanipulasi. Apalagi dengan menambah celah kebijakan lain yang hanya akan menambah kesempatan untuk penyelewengan.

Bermaksud baik pada orang yang tidak baik hanya akan berakhir menjadi bumerang bagi si orang baik. Untuk kehidupan 1 banding 1 mungkin tidak apa-apa, biar hanya Allah yang mengganjar nya. Tapi untuk 1 banding banyak alias regulasi masyarakat maka ini bisa jadi bencana.

Dan ternyata masyarakat kita masih belum bisa dikategorikan orang baik. Masih terlalu banyak orang tidak baik nya.

Mungkin ini juga menarik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *