Beranda » Darmoya

Darmoya

Rasanya pernah dengar mengenai darmoya alias  “sampai modar ora kaya” ini adalah warung makan soto yang cukup terkenal atau apa gitu.

Tapi sekarang mamang bukan akan menulis tentang warung soto kok, tapi fenomena sampai modar ora kaya itu.

Jaman sekarang segalanya tampaknya harus pakai uang. Mau makan harus ada uang. Mau pakai baju harus ada uang. Mau sekolah harus pakai uang dan selanjutnya. Kalau diteruskan nanti tulisan nya tambah tidak menarik. Cukup tiga contoh saja. Ya cukup kan ya?

Nah

Karena harus pakai uang, berarti manusia cenderung akan berusaha untuk mempunyai uang sebanyak-banyak nya demi kemudahan hidup yang bersangkutan. Akhirnya semua orang tentu ingin menjadi kaya.

Ingin menjadi kaya alias ingin punya banyak uang.  Sehingga muncul lah cita-cita ingin menjadi polisi supaya bisa jadi polisi kaya. Jadi pengacara supaya banyak uang. Atau ingin jadi dokter supaya jadi dokter kaya. Dan selanjutnya. Seolah-olah menjadi orang kaya ini sudah menjadi standar baku tujuan hidup dari banyak orang.

Lalu bagaimana dengan orang yang  gagal menjadi orang kaya? Apakah hidupnya telah gagal karena meleset dari tujuan? Gagal mencapai tujuan hidup?

Disitulah darmoya seolah olah menjadi jawaban angin segar bagi para kaum kere. Kaum gak punya duit. Biarlah sampai modar tidak kaya pun kami akan tetap (berusaha) bahagia. Kami akan buat konsep kebahagiaan kami sendiri karena bahagia karena kaya itu terlalu mainstream saudaraku.

Jadi darmoya itu ketika saya sadar bahwa menjadi kaya itu bukanlah tujuan hidup.

Mungkin ini juga menarik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *