Beranda » Arsip untuk Mang Memed

Penulis: Mang Memed

Ooh! Aplikasi pengganti secret?

Belum lama ini mamang ‘diperkenalkan’ dengan aplikasi sosmed anonim yang judulnya Ooh! Disebut anonim soalnya kita gak perlu bikin akun untuk ikutan nimbrung di sosmed ini. Konon katanya aplikasi ini langsung ‘diserbu’ oleh banyak orang Indonesia sejak diluncurkan awal Oktober 2015. Dan ternyata dari perbincangan di linimasa bisa dilihat kalau kebanyakan adalah ‘pengungsi’ dari aplikasi “secret” yang ditutup karena penyalahgunaan.

Semua posting atau kiriman kita hanya akan dikategorikan berdasarkan lokasi dan semua kiriman yang muncul pada timeline kita hanyalah kiriman yang selokasi saja- misalnya kalau mamang hanya akan bisa melihat kiriman yang dari Jawa Barat saja.

wpid-wp-1447808656034.png

Oh ya kita hanya bisa mengirimkan tulisan / text saja tanpa gambar atau kiriman lainnya. Kita bisa mengkomentari kiriman lain, menyukai (love), atau melaporkan (report) kiriman yang sekiranya ‘berbahaya’. Selain itu kita juga bisa mengobrol secara tertutup dengan pengirim pertama (Author – atau biasa disebut ‘Thor’ di Ooh!).

image

Yang menarik dari aplikasi anonim ini, ternyata orang-orang dengan kebebasan yang diberikan bisa bertindak lebih ‘waras’ daripada di Facebook atau Twitter misalnya. Karena mungkin di komunitas anonim seperti ini – tidak ada yang menanggapi secara terlalu serius sehingga kiriman-kiriman yang bodoh justru tidak ditanggapi sama sekali. Dan apa yang dibicarakan lebih penting daripada siapa yang berbicara – karena anonimitas itu sendiri. Orang bisa berbicara dan berbagi rahasia tanpa perlu khawatir tentang karir dan reputasi nya.

Mau coba? Silakan unduh dari Google Play atau Apple Playstore

Nyicipin XL 4G di Bandung

Kali ini mamang nekat lagi jajan kartu perdana XL 4G seharga 5x rb dari konter langganan. Alasannya sih klasik – nyari backup link :p

Dengan perdana XL4G ini mamang dapet quota 4.5GB yang ternyata terdiri dari hotrod 1.5GB (2G/3G/4G) dan bonus 3GB (3G/4G) selain itu ada juga bonus 4G sebesar 300MB. Jadi total nya sih 4.8GB cuma yang 300MB hanya bisa dipakai di saluran 4G.

quota

Baiklah, sekarang bagaimana kinerja jaringan XL 4G di Bandung? Berikut mamang coba ulas – seadanya saja ya, maklum reviewer amatir.

Sebetulnya mamang belum punya modem 4G, jadi untuk testing jaringan 4G nya sendiri mamang menggunakan smartphone Xiaomi redmi note 4G yang ditether USB ke PC.

Dan waktu handphone dinyalakan, mamang sempat jingkrak-jingkrak lihat indikator 4G di hape. Maklum sejak beli hape ini bulan April kalau gak salah belum pernah lihat indikator 4G aktif. Paling H+ melulu. Ok. Keep cool. Kita tether dulu. Lalu buka speedtest.net dan…

Hasil test dengan server local (Bekasi)

local-4g

Widih udah mulai kelihatan nih kurang ajar nya. Ping 35ms, D/L 26.76Mbps, U/L 13.36Mbps. Ok. Keep cool. Ini lokal kan belum test link internasional nya. Ok… coba test pakai server di Texas US yang dihosting oleh softlayer.

us-tx-4g

Waduh gila, internasional nya sampai 18Mbps an D/L dan 2Mbps an U/L. Kurang ajar! Gila nih ah penasaran coba ke Palo Alto US. Dan hasilnya seperti yang sudah tidak diduga – gak jauh beda.

us-ca-4g

Ah, mamang kan belum punya modem 4G – ya udah pindahin deh ke modem 3.5G mamang (katanya sih up to 21Mbps). Penasaran mamang coba lagi… dan hasilnya:

local-3g

8Mbps an D/L dan 3.4Mbps an U/L untuk server lokal. Bisa diliihat disitu mamang pakai modem 3G dan indikator sinyal nya pun masih 3G. Yang tulisan XL 4G LTE itu cuma banner operator saja.

Lalu dicoba ke server US dan hasilnya :

us-tx-3g

us-ca-3g

Sangat baik kalau menurut mamang mah dibanding dengan beberapa opsel lain yang pernah mamang pakai.

Kesimpulan – sejauh ini mungkin XL bisa dibilang operator selular yang cukup bagus bahkan juara di Bandung. Mudah-mudahan kualitas nya bisa tetap terjaga dan dengan adanya ulasan ini tidak menyebabkan ‘migration rush’ para pengguna opsel lain ke XL sehingga menyebabkan jaringan XL overcrowded.

Demikian, semoga ulasan ini bisa bermanfaat dan membantu anda yang sedang memilih-milih alternatif operator selular untuk kebutuhan internet anda.

Disclaimer :

Dalam menggunakan akses internet melalui operator selular, banyak faktor yang menentukan kualitas akses internet – jadi pengalaman pengguna di suatu tempat dengan suatu kondisi tidak bisa disama ratakan dengan pengalaman di lain tempat dengan kondisi yang berbeda.

Posisi mamang sewaktu melakukan pengujian adalah di sekitar Jl. Gatot Subroto Bandung dengan menggunakan perangkat PC, Smartphone Xiaomi 4G yang di tether USB, Modem HSDPA USB Huawei E352.

Mamang tidak ada hubungan apa-apa dengan operator selular / ISP dan penyedia perangkat yang mamang ulas. Bukan karyawan ataupun dibayar untuk mengulas ini. Jadi kalau ada keluhan ataupun masukan bisa langsung diarahkan ke layanan pelanggan opsel yang bersangkutan.

MASUK SURGA ITU NGGAK PENTING

Dapet share temen dari FB. Shahih enggak nya kurang tahu juga, cuma catatan buat mamang sendiri aja. Kalau bisa bermanfaat buat yang lain ya Alhamdulillah.

[Think Different Ala Cak Nun]

INGAT : Tulisan ini khusus untuk para GENTHO (begundal), mereka yang sedang berproses mencari kebenaran Tuhan.
Yang mengaku Alim atau ahli ibadah atau Ustad minggir dulu, nanti dulu, jangan Komen.

Jangan berharap ada dalil-dalil dari Syekh Zulkifli Jabal Syueb Sanusi (embuh sopo kui? – Gak tau siapa Itu ?). Monggo.

BEBERAPA tahun belakangan marak ‘SEDEKAH AJAIB’ yang sering digiatkan oleh itu, Si Ustad ‘nganu’. Cak Nun hanya mengingatkan, “SEDEKAH itu dalam rangka BERSYUKUR, berbagi rejeki & kebahagiaan, BUKAN dalam rangka MENCARI REJEKI. Ingat itu!
Kalau Anda mengharapkan kembalian berlipat-lipat dari sedekah, itu bukan sedekah, tapi dagang! Paham?”

Beliau tidak mengecam juga, lha wong taraf imannya masih segitu kok.
Kalau menyedekahkan uang, sepeda motor, mobil, rumah, helikopter atau apa pun, ya wis, kasihkan saja, titik! Setelah itu Jangan Berharap Apa-apa. Walau kita yakin akan dibalas dengan berlipat ganda, tapi ketidaktepatan dalam niat menjadikan sedekah bukan lagi sedekah, melainkan sekedar jual beli. Sedekahnya sudah bagus, tapi janji Tuhan jangan pernah dijanjikan oleh manusia, nggak boleh!

Banyak orang beribadah yang masih salah niat gara-gara manut omongan si motivator sedekah. Naik haji/umroh biar dagangannya lebih laris. Sholat Duha biar diterima jadi PNS, biar duit banyak, biar jadi milyarder biar dihormati orang. Ibadah itu dalam rangka bersyukur, titik! Menangislah pada Tuhan tapi bukan berarti jadi cengeng. Nabi dalam sholatnya menangis, tapi sebenarnya itu adalah menangisi. Beda antara menangis dan menangisi. Kalau menangis itu kecenderungan untuk dirinya sendiri, tapi kalau menangisi itu untuk selain dirinya : orangtua, anak, istri, kakek, nenek, saudara, sahabat dan seterusnya.

Ada seorang pedagang miskin yang dagangannya nggak laku, dia sabar dan ikhlas : “kalau memang saya pantasnya miskin, dagangan saya nggak laku, saya ikhlas, manut ae, yang penting Tuhan ridho sama saya.” Malah keikhlasan seperti ini yang langsung dijawab oleh Tuhan dengan rejeki berlimpah yang tak disangka-sangka datangnya.

Tapi kalau kita yang ditimpa sial, dagangan nggak laku, biasanya langsung mewek : “Ya Tuhan kenapa saya kok mlarat, miskin, dagangan gak laku, gak bisa beli montor, gak bisa beli mobil, aku salah apa sih..!???” Waaahh…, malaikat langsung gregeten, nampar mukamu : “Oalaaaaah.., cengeng byanget kamu ya…!!!”

Iman seseorang memang tidak bisa distandarisasi. Tiap orang mempunyai kapasitas iman yang berbeda.
Makanya kalau jadi imam harus paham makmumnya. Makmumnya koboi tapi bacaan imamnya panjang-panjang disamakan dengan anak pesantren. Akhire makmumnya di belakang nggerundel, gak ihklas.

Cak Nun mengingatkan, usahakan berbuat baik jangan sampai orang tahu. Kalau bisa jangan sampai orang tahu kalau kita sholat. Lebih ekstrim lagi, jangan sampai Tuhan tahu kalau kita sholat (walau itu nggak mungkin). Pokoknya lakukan saja apa yang diperintahkan dan jauhi yang dilarang-Nya, titik! Itu adalah sebuah bentuk keikhlasan, tanpa pamrih yang luar biasa. Sudah suwung, sudah nggak perduli dengan iming-iming imbalan pahala, yang penting Tuhan ridho, nggak marah pd kita.

Motong rambut atau kuku nggak harus nunggu hari Jum’at. Lha wong paling pingin ML aja kok ya harus nunggu malam Jum’at, Ni gimana sih? Itulah kita, tarafnya masih kemaruk (serakah) pahala. Nggak ada pahala, nggak ibadah. Ini jangan diartikan meremehkan Sunnah Rosul. Pikir sendiri!

“Surga itu nggak penting..!” kata Cak Nun suatu kali. Tuhan memberi bias yang bernama surga dan neraka. Tapi kebanyakan manusia hanya kepincut pada surga. Akhirnya mereka beribadah tidak fokus kepada Tuhan. Kebanyakan kita beribadah karena ingin surga dan takut pada neraka. Kelak kalau kita berada di surga, bakalan dicueki oleh Tuhan. Karena dulu sewaktu di dunia cuma mencari surga, nggak pernah mencari Tuhan. Kalau kita mencari surga belum tentu mendapatkan Tuhan. Tapi kalau kita mencari Tuhan otomatis mendapatkan surga. Kalau nggak dikasih surga, terus kita kost dimana???

“Cukup sudah, jangan nambah file di kepalamu tentang surga dan neraka. Fokuskan dirimu hanya pada Tuhan. Karena sebenarnya orang yang berada di surga adalah orang yang mencari Tuhan. Dzat yang sangat layak dicintai di atas segala makhluk dan alam semesta…” kata Cak Nun

Kejutan dari jakartanotebook.com

Sebetulnya nggak terkejut-terkejut amat sih, tapi lumayan gak nyangka aja. Gak nyangka kalau pesan barang cuma senilai 10rb an juga tetap dilayani dengan baik dan cepat.

image

Cerita awalnya sih mamang perlu pelindung hape tipis yang kalau di tempat aksesoris sih biasa disebut ultra thin. Sudah nemu sih di Bandung ada yang jual 20rb an, tapi gak sempet aja mau ke toko nya. Akhirnya daripada gak jadi aja dan hape takut keburu jatuh tanpa pelindung – soalnya hape mamang casing belakang nya licin banget, mamang coba pesan saja di jakartanotebook.com.

Ini bukan pertama kali sih mamang pesan barang ke situ – sudah beberapa kali belanja router, SSD drive, modem, dsb. Rata-rata memang pakai JNE reguler perlu waktu 3 hari dari tanggal order sampai barang diterima di Bandung.  Berhubung kali ini barang yang diorder cuma seharga 9rb sekian – malah mahalan ongkir nya (total-total sekitar 20rb an juga), mamang gak ngarep kalau barangnya diproses seperti biasa. Ya mungkin agak-agak lama an dikit gapapa deh kata mamang dalem hati. Lalu mamang checkout dan langsung bayar via transfer BCA malam tgl 21. Asli kenapa mamang belanja cuma 20rb eun karena saldo BCA nya memang tinggal segitu an… Hahah. Parah nih mamang malah curcol.
Eh besok nya gak disangka ada email dari jaknot kalau barang lagi disiapkan. Ah mungkin sistem aja pikir mamang. Terus gak lama siangan nya email lagi katanya barang pesanan sudah dikirim + nomer resi nya. Wahwah. Mulai seneng. Tapi tetep keeping the expectation low, mamang pikir JNE reguler. Ah paling lusa nya. Gak mungkin di prioritas. Gak taunya hari ini tgl 23 siang ada kurir JNE dateng nganter pesanan… Alhamdulillah tau aja nih menghibur mamang yang lagi galau nunggu yang janji transfer BCA mau bayar honor dari bulan kapan mulur wae… Ehehe. Curcol deui wae.

image

Dan isinya tak lain dan tak bukan cuma begini:

image

Dipikir2 pikir si mamang jail amat ya ngerjain orang buat proses pesanan, packing terus ngirim beginian. Tapi ya da gimana atuh maunya mah sekalian dengan ngorder Chuwi tablet Vi8 atau Xiaomi Yii tapi da kumaha atuh mamang cuma lagi punya 20rb :p

Akhirnya sekarang hape mamang sudah tidak licin lagi tapi masih tetap ringan & enak dipegang dan dibabawa nya daripada waktu masih pakai flip case yang malah bikin redmi note mamang jadi tebal & berat.

image

Yah memang ada beberapa bagian yang longgar (sebelah kiri atas di foto kelihatan agak membleh ) karena si case nya memang tipis & mungkin pernah kegencet tapi wajar lah buat harga segitu mah.

Sekali lagi Alhamdulillah… Salut pada Jakartanotebook.com yang udah mau bersusah payah cuma untuk ngurusin orderan 10rb doang (belanja di warung aja sekarang kayaknya lebih dari segitu). Sukses terus jaknot!

Mencoba 4G LTE Smartfren di Bandung

Penasaran dengan akses internet 4G LTE Smartfren yang konon sudah sampai Bandung, mamang akhirnya nekat memutuskan untuk beli MiFi router Smartfren Andromax M2P.

image

Setelah cari-cari di marketplace online, dapet juga nih harga nya agak miring. Lumayan lebih murah dari yang lain.

Si Akang yang jualnya hati-hati banget, nanya dulu kalau daerah mamang sudah tercover 4G Smartfren atau belum. Soalnya memang harus di perhatikan kalau modem 4G LTE nya Smartfren ini gak ada opsi fallback ke EVDO / CDMA nya. Jadi kalau gak ke cover ya gak bisa dipakai untuk internetan sama sekali.

Mamang sudah check di peta di website nya Smartfren sudah tercover sih. Lagian mamang pernah mergokin yang lagi narik fiber lewat depan rumah pas mamang interogasi katanya buat infra nya Smartfren. Dan ternyata BTS nya gak terlalu jauh dari rumah posisinya. Hehe. Good…good.

Janjian COD… skip… skip akhirnya mamang bawa pulang deh itu device imut unyu.

Sesudah bongkar dus dan sebagainya (keren nya ‘unboxing’), pasang batere… skip…skip lagi. Colokin ke PC lewat USB dan jengjeng di browser kita secara otomatis akan terbuka alamat url smartfren.m2p maka dari situ lah kita bisa atur segala macam setingan modem nya. Dari fungsi cek quota sampai ke setting wifi repeater (lumayan kumplit juga nih MiFi untuk harga segitu mah).

1428295316032

Penasaran… mamang cek speedtest dan dapet nya segini

Screenshot_2015-10-03-21-43-48

Agak dibawah pengharapan sih dibandingkan dengan 4G LTE di ibukota yang konon bisa sampai berpuluh-puluh Mbps… tapi masih lumayan mengingat daerah mamang memang susah dapat akses internet yang murah tapi bagus.

Lalu mamang coba untuk ngerjakan tugas yang kebanyakan sifatnya browsing-browsing, enak juga sih lancar gak ada kendala. Cuma mungkin karena saking lancarnya – itu diisi 2GB langsung tinggal 900MB dalam satu hari 🙁 Keenakan dikasih koneksi lancar malah jadi update-update software sekalaian. Waah kalau begini bisa jebol ah… Ya udah bungkus lagi aja deh daripada besok-besok jatah dapur keserobot beli quota. Balik lagi ke koneksi seadanya dulu :p

Oh ya, paket M2P ini sudah termasuk nomor 4G LTE Smartfren dengan skema tarif Connex EVO (isi pulsa langsung jadi quota data) dan ada jatah bonus 2GB setiap pengisian ulang 100rb. Berapa lama atau berapa kali bonus 2GB ini berlaku, belum ada sumber informasi yang jelas – dari website Smartfren nya sendiri tidak ada informasi sama sekali. Ada yang bilang berlaku selama setahun atau 12x isi EVO Rp.100rb.

Jadi total quota data yang bisa dipakai 24jam didapat dari isi pulsa 100rb adalah:

5GB (EVO 100rb) + 2GB (Bonus paket M2P) = 7GB (24 jam)

dan bonus EVO 100rb berupa quota Internet Malam atau  ‘ngalong’ (jam 01:00 – 06:59 WIB) sebesar 12GB.

Quota tersebut berlaku selama 30 hari, supaya tidak hangus sebelum habis diisi lagi aja 100rb lagi – sehingga bisa terakumulasi sisa quota nya (kalau masih ada).

Dan satu lagi pengalaman yang mamang mau share – ternyata bonus quota ngalong / internet malam tidak berlaku untuk pulsa transfer antar nomor smartfren. Jadi untuk mengisi EVO dan mengharapkan bonus quota – sebaiknya beli pulsa langsung ke nomor EVO tersebut. Mamang salahnya kemarin beli ke nomor lain (maksudnya supaya bisa dapat perpanjangan masa aktif), lalu ditransfer ke nomor EVO tersebut – eh malah gak dapet bonus internet malam nya. Padahal kalau dapat tadinya mau dipakai test download yang gede-gede di saat ngalong. Huft. Ya sudahlah. Kemungkinan bonus 2GB nya juga gak akan dapat kalau lewat transfer – jadi cari aman aja deh.

Secara overall, device ini cukup menyenangkan – koneksi bagus, ukuran cukup ringkas, tipis dan ringan (kecil banget – bisa dilihat dibandingkan dengan batok charger nya hampir sama ukurannya), baterai cukup awet (apalagi kalau power management nya diaktifkan) dan fungsi nya cukup lengkap untuk harga segitu (bisa jadi wifi repeater segala!).

Recommended deh buat yang punya dana 100rb an per bulan untuk internetan seharusnya cukup.