Beranda » Ideas

Kategori: Ideas

#BandungPoin – Bandung fun citizenship

Kemarin di twitter rame dengan tour Bandros, jadi kepikiran lagi nih – bagaimana kalau salah satu kegunaan #BandungPoin adalah untuk ditukarkan dengan tiket Bandros gratis.

mockup1

Karena ada kemungkinan anggota #Bandungpoin ini juga bukanlah pemegang KTP kota Bandung (misalkan mahasiswa dari luar Kota Bandung yang sedang belajar di Kota Bandung, atau pekerja dari luar Kota Bandung), maka keanggotaan #Bandungpoin ini juga akan bisa membantu pemerintah Kota Bandung untuk mendata penduduk musiman / tidak tetap di kota Bandung – yang ujung-ujungnya bisa memudahkan Pemerintah Kota Bandung dalam pengelolaan rumah kos-kosan atau kontrakan di wilayah Kota Bandung.  Mungkin bagi pemilik rumah kos-kosan juga akan lebih mudah menyeleksi calon penyewa nya dengan menggunakan #BandungPoin ini.

Terus mamang juga ada ide – kalau id #Bandungpoin ini bisa digunakan untuk verifikasi akun e-commerce alias jual beli di dunia maya. Jadi para pedagang yang sudah punya #Bandungpoin akan punya nilai lebih (sebetulnya sekalian buat pemkot Bandung supaya bisa mendata jumlah pedagang online di kota nya juga hehe).  Kenapa bisa untuk verifikasi? Karena untuk verified #Bandungpoin member harus melakukan verifikasi alamat sesuai domisili dengan melalui pos seperti yang dilakukan oleh tokobagus / olx.id misalnya.

Ide awal dari #BandungPoin ini ada di sini :

#Bandungpoin, reward & punishment ala Bandung

Untuk Bandung dari Mamang

Sekedar ide aja sih, daripada berlalu begitu saja.

Bikin Tank Strap Gratis

“Gratis” dengan syarat bahan-bahan bekas nya sudah tersedia.

Ok, bahan-bahan nya adalah :

  • Ban dalam sepeda bekas digunting memanjang dengan lebar kurang lebih 2 cm dengan panjang secukupnya melingkari tanki motor anda.
  • Jepitan kertas ukuran sesuai dengan lebar karet ban dalam x 2 (bisa beli di toko fotokopian atau ngambil dari kantor terdekat).

Sesudah semua bahan tersedia, pertama jepitkan satu ujung karet ke bagian bawah tanki. Kelilingkan dulu karet sehingga bagian besi dari jepitan kertas tidak akan kontak langsung dengan bagian lipatan tanki. Maksudnya supaya tidak menyebabkan lecet pada tanki.

Setelah itu jepitkan di bagian sebelahnya juga. Sudah deh beres.

 

Tank Strap 1

Tank Strap 2

Bisa dipakai untuk bawa kertas / map – daripada repot bawa tas kalau ke fotokopian.

Tank Strap 3

Atau bisa juga buat bawa hape dalam rangka buat disambung ke handsfree atau untuk lihat GPS (resiko hape nya jatuh atau dijambret ditanggung masing-masing yaa…)

#Bandungpoin, reward & punishment ala Bandung

bandungpoin

Masih nyambung dengan ide pengelolaan sampah plastik dengan sistem reward poin yang pernah ditulis sebelumnya – jadi kepikiran kenapa enggak dicanangkan saja #Bandungpoin.

#Bandungpoin ini adalah point yang bisa dikumpulkan oleh anggota komunitas pecinta Bandung dan bisa digunakan (di ‘redeem’) untuk misalnya isi ulang pulsa elektronik, ditukar dengan diskon, dsb. Point ini disimpan dalam sistem keanggotaan online dengan menggunakan media kartu keanggotaan dengan RFID atau barcode yang bisa discan untuk memudahkan transaksi (misalnya pada saat menyetor sampah plastik).

Salah satu cara untuk memperoleh #Bandungpoin ini adalah dengan cara menyetor sampah plastik seperti pada tulisan sebelumnya, atau bisa juga bagi warga Jakarta yang sering berwisata ke Bandung dengan menggunakan kereta api maka seperti program  frequent flyer penerbangan, #Bandungpoin ini bisa digunakan juga untuk memperoleh diskon di hotel, rumah makan atau rental mobil di Bandung. Sehingga diharapkan bisa mengurangi kemacetan di  akhir minggu yang sering menjadi masalah di Bandung akhir-akhir ini -> berarti keanggotaan #Bandungpoin tidak terbatas untuk warga (KTP) Bandung saja tapi bisa untuk siapapun yang sering ‘berhubungan’ dengan Bandung.

Untuk mengurangi arus kendaraan roda empat dari Jakarta pada saat weekend, kartu #Bandungpoin ini juga bisa digunakan sebagai kartu prabayar untuk membayar retribusi pada saat masuk gerbang tol Bandung dari Jakarta. Jadi, reward untuk tidak membawa kendaraan dari Jakarta, dan punishment untuk kondisi sebaliknya.

Secara medsos, #Bandungpoin juga bisa dijadikan ‘badge’ atau sesuatu yang bisa dibanggakan supaya bisa memotifasi teman-teman medsos nya agar ikut berpartisipasi.

Cuma sekedar ide aja sih. Ditulis supaya tidak kelupaan dan berlalu begitu saja.

Untuk Bandung dari Mamang

Biaya pemisahan dan pencucian plastik untuk bahan baku daur ulang yang bisa ditekan dengan melakukannya di hulu (Rumah Tangga).  Untuk lebih mudah memungkinkan hal ini, maka yang perlu diberi stimulus adalah pimpinan pelaksana rumah tangga yaitu ibu rumah tangga.

Mekanisme dari pemisahan sampah dari hulu adalah dengan memisahkan sampah plastik dengan organik / sampah dapur sehingga sampah plastik yang disimpan untuk kemudian ‘dibuang’ berada dalam keadaan bersih.

Untuk sampah dapur sendiri mungkin bisa diberlakukan mekanisme pengumpulan sampah untuk kemudian diolah biodigester dengan hasil gas metan yang dimanfaatkan untuk memasak seperti yang sudah berjalan di kelurahan Cibangkong Bandung. Sampah pasar berupa sayuran dan bahan organik lainnya yang berasal dari pasar Cibangkong / Warta, setiap hari dikumpulkan dan di’umpankan’ ke biodigester yang dikelola oleh My Darling (Masyarakat Sadar Lingkungan) Cibangkong http://bandunggreenandclean.wordpress.com/2011/03/09/biodigester-warga-cibangkong/

3-instalasi-biogas-cibangkong

Untuk pengelolaan sampah non organik nya sendiri, mungkin sebetulnya tidak jauh berbeda dengan bank sampah yang sudah dikelola oleh My Darling tersebut (http://jabar.tribunnews.com/2013/03/06/bank-sampah-my-darling-bisa-hidupi-warga) – tapi dibuat dalam format jaringan kota sehingga outlet-outlet penerimaan ‘tabungan sampah plastik’ bisa disebar di lokasi-lokasi strategis sehingga lebih memudahkan warga kota untuk menabung sampah plastiknya.

Lalu bagaimana cara memotivasi warga untuk menabungkan sampah plastiknya?

Setiap setoran sampah plastik yang memenuhi kriteria akan ditukarkan dengan poin.  Poin ini disimpan dalam mekanisme keanggotaan yang dikaitkan dengan nomor KTP, Kartu Pelajar, atau identitas lainnya (idealnya KTP sudah cukup). Mungkin dibuatkan member ID Card “Bandung Clean Project” jadi setiap warga akan menyetor sampah, cukup perlihatkan kartu untuk di scan dan setorkan sampah plastik nya. Bisa dibangun sistem IT online sederhana untuk keanggotaan ini sehingga warga bisa memeriksa status poin sekaligus ‘menyombongkan’ berapa banyak dia telah membantu Bandung untuk tetap bersih di media sosial mereka.  Hal ini diharapkan bisa memberikan viral effect agar memotivasi warga lainnya. Ehko ngelantur, ok kembali ke sampah plastik.

Poin yang terkumpulkan bisa ditukarkan dengan misalnya : pulsa prabayar (bisa berupa CSR dari operator-operator yang beroperasi di Bandung), diskon di merchant yang mendukung program, atau mungkin bisa diadakan undian diantara member untuk bentuk hadiah yang lebih besar (misalnya dibayarkan iuran BPJS nya… hehehe… ngarep si mamang eta mah).

Lalu pendanaan untuk program ini dari mana?

Nih mamang kasih duitnya. Dalam format JPG.
Nih mamang kasih duitnya. Dalam format JPG aja tapi ya.

CSR (hayoh we CSR terus), misalnya pabrik mie instan, kopi instan, sabun cuci, dsb – bersedia membeli ulang bungkus yang disetorkan apakah untuk di daur ulang, dibuat kerajinan atau sekedar dimusnahkan (perlu ditindaklanjuti dengan kemungkinan penggunaan kemasan plastik yang mungkin didaur ulang / two way package – produsen juga harus ikut berpartisipasi dong). Mamang pikir kemasan bekas ini seharusnya bisa dibuat jadi plastic brick – atau plastic gravel, minimal bisa buat ‘nyaeur’ jalan yang berlubang.

Kalau botol / gelas PET dan kantong kresek dalam kondisi bersih sudah dipastikan ada penadah nya (pabrik daur ulang plastik – untuk didaurulang menjadi bijih plastik yang malah bisa diekspor balik ke China), dan masih banyak diversifikasi produk yang bisa dikembangkan (pemikirannya dibalik dari produksi ke recycle). Kalau feeling mamang mah ini bisa lebih baik daripada PLTSa….

Cuma, nanti kira-kira dimusuhin pemulung gak ya… biarin ah demi Bandung tercinta. Kan pemulung juga bisa jadi member nantinya. Peace bray!

Referensi :

http://www.fastcoexist.com/3034720/in-beijing-you-can-pay-for-train-rides-with-plastic-bottles