Beranda » Referensi Teknis

Kategori: Referensi Teknis

Dialer USB Modem gagal konek (dan beberapa keanehan lainnya)

Salah satu pengalaman mamang dalam mengatasi kesulitan USB modem milik seorang teman yang gagal melakukan koneksi pada komputernya. ?Jadi setiap dial, pasti langsung disconnect seolah-olah ada masalah dengan nomor yang dipakai (sudah ?habis masa berlaku nya atau kehabisan pulsa). ?Sewaktu mamang check – kebetulan dia pakai tri jadi tinggal kirim sms ke 234 dengan isi “data” (tanpa tanda kutip) – ternyata masih ada quota 900MB an dan kondisi kartu aktif.

Setelah coba uninstall driver modem dan install kembali, ternyata masih gitu juga. ?Bikin dial profile baru, ternyata masih gitu juga. ?Waduh, mulai kebayang install ulang nih – walaupun masih samar-samar dan jauh disebrang lautan.

Ah tidak, untuk hal seperti ini seharusnya tidak perlu install ulang. ?Kebetulan mamang bawa modem semar si pinky – mamang coba tancep juga, install software dan hasilnya sama! Si pinky juga gak bisa connect. ?Hmmm. ?Terkonfirmasi bahwa masalah ada di software diluar software dialer atau di level Operating System. ?Oh iya – temen mamang masih tersesat – dia masih menggunakan Windos XP. ?Soalnya dia tukang poto. ?Tau deh, tukang poto paling susah diajak ke jalan (open source) yang lurus. ?Biasa – ketergantungan pada sotosop.

Eh iya, akhirnya mamang check di networking properties nya – ada yang janggal (untuk enggak nonjol, kalau nonjol pasti mamang takol) – ada satu komponen tambahan dari AVG (anti virus) :

Namanya AVG network filter driver. ?Kayaknya (dan biasanya) driver-driver atau protocol dari antivirus ini suka bikin keanehan pada akses network. ?Mungkin seharusnya sih enggak mengganggu – asal di setting dengan benar, tapi mungkin bisa saja karena update yang terputus (tau sendiri deh kondisi internet Indonesia) atau salah setting dari user sendiri, komponen ini malah akan memblok seluruh paket network.

Kebetulan (kebetulan wae si mamang mah) AVG yang terinstall juga sudah out of date – akhirnya mamang uninstall, lalu mamang install anti virus yang baru (yang gak ada network component nya). ?Dan test dial.

Alhamdulillah OK. Solved!

Oh iya, beberapa antivirus sering menyebabkan ‘perilaku’ aneh pada komputer Windos – apakah bengong setelah boot / login windows, tidak bisa lihat workgroup network, dsb. ?Jadi kalau ketemu hal yang aneh-aneh seperti itu, jangan buru-buru install ulang. ?Apalagi kalau di komputer banyak program yang ‘antik’ yang sudah tidak ada installer nya (alias dapet minjem CD/DVD nya). ?Coba uninstall dulu software-software yang dicurigai ‘menghalangi’ proses yang normal – terutama yang paling ‘dalam’ level intervensi nya ya itu – anti virus dan mungkin beberapa software security lainnya.

Good luck Jim!

Task Manager pada Ubuntu?

Pagi beberapa para pengguna Microsoft Windows, mungkin Task Manager adalah fungsi yang cukup akrab, terutama pada saat komputer Windows anda ngehang. ?Hehe. ?Biasanya orang mengakses Task Manager dengan menekan kombinasi tombol Ctrl + Shift + Esc. ?Itu juga kalau enggak keburu nemu Blue Screen of Death (BSOD).

Bagaimana dengan Ubuntu? ?Sebagai derivatif Linux, pasti Ubuntu mewarisi kemampuan ‘kill’ untuk membunuh proses yang bandel atau ‘top’ untuk memonitor aktifitas resources kita. ?Tapi di jaman graphical interface seperti sekarang, ada namanya paket “System Monitor” pada Gnome yang dipakai oleh Ubuntu. ?Sekarang, bagaimana caranya supaya bisa mengaktifkan System Monitor dengan kombinasi tombol Ctrl + Shift + Esc? ?Berikut caranya :

Landjoetkan…

Membuat Kalendar dengan Inkscape

Diawali dengan tugas membuat kalender untuk salah satu NPO, mamang sempat bingung juga – bikin kalender nya gimana. ?Kalau pakai Inkscape untuk desain-desain logo atau layout saja sih mungkin sudah biasa. ?Yang pernah mamang tahu cara untuk membuat kalendar itu ?dulu pada jaman jahiliyah menggunakan template Word. ?Mamang pikir, masa sih Open Source tidak menyediakan solusi untuk hal sederhana ini. ?Akhirnya setelah gulang guling googling, ketemu juga ternyata di menu Extensions -> Render -> Calendar dan ondooy (voila versi Sunda) ternyata tidak susah. ?Selain itu asiknya semua dalam entity terpisah, tidak ada tabel yang menyebalkan. ?Cukup ungroup saja kalau perlu mengganti fonts atau memodifikasi layout.

Mantaap. ?Tambah cinta aja nih sama Inkscape. ?Sayang mamang belum bisa donate 🙁

Biar Adem

image
*update : ternyata yang lebih perlu heatsink bagian belakang modem alias yang ada pintu simcard nya.

ZTE AC682 ‘Pinky’ + heatsink ex processor dikaretin ‘samentaun’.

Gara-gara kecewa dengan Smartfren akhir-akhir ini, mamang nekat nyobain Flexi EVDO.

Ternyata enggak lebih bagus, malah lebih banyak mengecewakan. Ping google.com saja bisa ratusan sampai ribuan. Speed cuma 5-10kbps an. Sering disconnected, dsb.

Akhirnya mamang terpaksa balik lagi ke Smartfren.

Berhubung paket flexi EVDO nya masih panjang, mamang pakai smartfren nya di PC langsung sambil monitoring terus siapa tahu tiba-tiba Flexi EVDO nya waras.

Flexi nya dipasang di router, kalau ada kerjaan serius baru pake Smartfren langsung tancap di PC. Kalau buat main-main pakai flexi via wifi.

Duuuh, apa karena kebiasaan user kita yang sangat gemar download berlebihan atau memang cuma bisa segini kualitas infrastruktur internet kita. Kok gak ada mendingnya sih.

*sedih*

Setting Modem AirFlash AH006 di Ubuntu 11.10 Re-explained

Setelah mamang membuat catatan kecil mengenai setting modem AirFlash AH006 di Ubuntu Oneiric Ocelot, mungkin saat itu mamang membuat catatan itu terlalu tergesa-gesa sehingga kurang mudah dimengerti. ?Dan pada saat itu mamang memang tidak menyangka banyak juga yang menggunakan modem ini sehingga lebih bersifat sebagai ‘catatan pribadi’ 🙂 ?Untuk itu mamang mohon maaf sebesar-besarnya.

Baiklah, berikut ini mamang coba untuk menjelaskan mengenai tahapan setting modem airflash tersebut.

Latar belakang

Seperti yang mungkin sudah dimaklumi ? kebanyakan modem USB mempunyai dua mode operasi yaitu USB mass storage (sebagai CD ROM) yang dimanfaatkan untuk instalasi driver secara ‘plug and play’ pada Sistem Operasi Windows dan mode operasi sebagai modem itu sendiri (biasanya sebagai port modem USB). Masalahnya ‘switching’ antara mode USB mass storage dan mode USB modem tersebut hanya berlaku pada lingkungan sistem operasi Windows saja. Sehingga jika USB modem tersebut kita coba untuk digunakan pada lingkungan sistem operasi misalnya Ubuntu Linux, maka USB modem tersebut hanya akan terdeteksi sebagai USB mass storage device. That’s it.

Landjoetkan…