Beranda » Hari demi hari » AMADJING!

Kategori: AMADJING!

Selamat tinggal Gehu…

Juga bala-bala, tempe goreng, dan macam-macam gorengan berbalut tepung lainnya…

Ini mungkin akan terjadi kalau kita karena satu dan lain hal terpaksa berhenti mengimpor bahan-bahan pangan diantaranya gandum dan kedelai.  Sudah pada tahu kan kalau gorengan itu kebanyakan dibuat dengan adonan terigu. Terigu berasal dari biji gandum yang tanamannya tidak tumbuh di negeri kita Indonesia. Selain itu primadona gorengan yaitu gehu (toge dalam tahu) dan tempe goreng mempunyai bahan baku tahu dan tempe yang terbuat dari kedelai yang notabene mayoritas barang impor juga.

gehu

Perlu diketahui kalau konsumsi kedelai Indonesia saat ini kurang lebih 70% berasal dari impor. Indonesia mengimpor kedelai dari : China , Ukraina, Kanada, Malaysia dan yang paling banyak dari Amerika Serikat. Sedangkan untuk bahan baku terigu, gandum sudah pasti 100% impor dengan jumlah terbesar dari Australia.

Belum lagi makanan pokok kedua kita : mie instan yang bahan utamanya adalah terigu juga.

Jadi kapan dong kita bisa berdaulat pangan? Kata orang tua baheula, untuk menguasai seseorang – kuasai dulu perutnya.

Kalau Malaysia aja bisa jadi kedua terbesar eksportir kedelai ke Indonesia, kita dengan luas tanah yang (harusnya) lebih dan iklim yang hampir sama harusnya bisa juga dong kalau mau.  Soal terigu, mungkin kalau tepung mocaf apa bisa jadi alternatif?

Mungkin kita akan bisa berdaulat pangan ketika kita lebih serius mengurus pertanian daripada mengurus gosip artis.

Pemikiran yang lebih moderat : gak apa-apa impor kedelai dan gandum karena lebih murah dan biaya produksi kita tidak akan feasible untuk ‘melawan’, kita kembangkan hasil tanaman eksotis yang hanya bisa tumbuh di Indonesia untuk di ekspor – misalnya batubara eh salah – kopi, rempah-rempah khas, coklat, dsb. Jadi minimal neraca impor ekspor bahan pangan akan bisa seimbang secara nilai nya.

Mudah-mudahan tulisan ini tidak membuat tukang gorengan berkurang omset nya…

Konverter Mobil Listrik – Penjelasan Umum

Gara-gara twitteran dengan Pak mentri (mentri lagi mentri lagi), mamang jadi diberondong pertanyaan soal konverter mobil listrik.

Awalnya sih sebetulnya karena kepedulian mamang atas penggunaan BBM yang seolah-olah dijadikan bahan kericuhan politik dan ekonomi di negeri ini. ?Jadi mamang berfikir, kenapa enggak dikembangkan saja konversi dari mobil ber – BBM ke sumber daya listrik. ?Wacana mengenai mobil listrik nasional juga sudah digulirkan oleh pak mentri – bahkan katanya akan di release akhir tahun 2012 ini.

Mobil listrik nasional tersebut sangat fleksibel dan bisa melakukan pengisian di rumah dengan tegangan 220 V dan hanya membutuhkan waktu 4-5 jam hingga baterai tersisi penuh. M Lutfi Andika/detikOto.

Yang menjadi pertanyaan mamang, kenapa tidak dikembangkan juga “converter kit” nya? ?Ternyata tanggapan mengenai “converter kit” ini bermacam-macam – ada yang bilang “memangnya AC pakai converter” atau “maksudnya steker kali”. ?Mamang berusaha meluruskan sebisanya melalui twitter yang hanya 140 karakter – dan hasilnya diantaranya adalah :

Yah, mungkin mamang bukan orang pintar – tapi mamang juga bukan tidak melakukan research sebelumnya.

Konversi kendaraan (roda dua dan roda empat) di luar negeri sudah lama dilakukan. ?Perkembangan teknologi baterai yang sekarang sudah ada Litium ?lithium manganese oxide (Li-Mn2O4) dan Lithium iron phosphate?bisa memberikan weight to discharge ratio yang sangat tinggi (dan tetap aman) dibandingkan (sealed) lead acid.

Mungkin kalau dianggapnya mamang delusif dengan kegiatan konversi ini, silahkan coba lihat di

http://www.evalbum.com/

Ini salah satu foto nya :

1983 Volkswagen Rabbit GTI ?Mango?
1999 Porsche Boxster EV

Kenapa harus konversi? ?Kenapa tidak langsung mobil listrik?

  • Dengan adanya konversi, ini bisa menjadi lahan pekerjaan baru bagi bengkel-bengkel kecil dan rumah modifikasi mobil yang bisa juga menjadi lapangan pekerjaan baru.
  • Dengan konversi, berarti bisnis mobil dan sparepart yang sudah berjalan tidak perlu ketar-ketir ganti haluan. ?Beberapa komponen seperti kaki-kaki, komponen body dan sebagainya selain engine masih bisa berjalan seperti biasa. ?Jaringan penjualan spare part pun masih bisa berjalan seperti biasa.
  • Dengan konversi – budget bagi para pemilik mobil yang sudah ada bisa disesuaikan, tidak perlu beli mobil baru yang akhirnya akan memenuhi garasi dan jalan. ?Bukan tidak mungkin suatu saat bisa dilihat mobil minibus tua dengan sumber energi listrik. ?Jadi konversi bisa dilakukan secara gradual, tidak total.

Mungkin – mamang salah. ?Mungkin mobil hasil konversi tidak akan sehebat mobil listrik sejati. ?Mungkin bisa lebih mahal (walaupun menurut mamang sih tidak) dan merugikan (pasti ada pihak pengusaha mobil ber BBM yang dirugikan). ?Tapi paling tidak, dengan terus menipisnya cadangan BBM, apakah tidak lebih baik kita siap-siap dari sekarang?

Ini salah satu foto conversion kit yang pernah mamang temui :

Pelacur dan Seekor Anjing

Suatu ketika terlihat seorang perempuan muda berjalan serseok-seok seolah menahan rasa letih. Sudah terlalu jauh ia menyusuri sepanjang jalan, untuk mencari sesuap nasi.

Menawarkan diri kepada siapa saja yang mau, meski dengan harga yang murah, perempuan muda itu terlihat terlalu tua dibandingkan dengan usia sebenarnya. Wajahnya Kuyu di guyur penderitaan panjang.

Ia tidak memiliki keluarga, kerabat, ataupun sanak saudara lainya. Orang-orang sekelilingnya menjauhinya. Bila bertemu dengan perempuan tersebut mereka melengos menjauhinya karena jijik melihatnya.

Namun perempuan itu tidak peduli, karena pengalaman dan penderitaan mengajarinya untuk bisa tabah. Segala ejekan dan cacimaki manusia diabaikanya. Ia berjalan Dan Berjalan, seolah tiada pemberhentianya.

Ia tak pernah yakin, perjalananya akan berakhir. Tapi ia terus berusaha melenggak-lenggok untuk menawarkan diri. Namun sepanjang itu Sunyi saja, sementara panas masih terus membakar dirinya.

Entah sudah berapa jauh ia berjalan, namun tak seorangpun juga yang mendekatinya. Lapar dan Haus terus menyerangnya. Dadanya terasa sesak dengan nafas yang terengah-engah kelelahan yang amat sangat. Betapa lapar dan hausnya dia.

Akhirnya sampailah ia disebuah desa yang sunyi. Desa itu sedemikian gersangnya hingga sehelai rumputpun tak tumbuh lagi. Perempuan lacur itu memandang ke arah kejauhan. Matanya nanar melihat kepulan debu yang bertebaran di udara. Kepalanya sudah mulai terayun-ayun dibalut kesuraman wajahnya yang kuyu.

Dalam pandangan dan rasa hausnya yang sangat itu. Ia Melihat sebuah sumur di batas desa yang sepi. Sumur itu ditumbuhi rerumputan dan ilalang kering yang rusak di sana-sini. Pelacur itu berhenti di pinggirnya sambil menyandarkan tubuhnya yang sangat letih. rasa hauslah yang membawa ia ke tepi sumur tua itu.

Sesaat ia menjengukan kepalanya ke dalam sumur tua itu. Tak tampak apa-apa, hanya sekilas air memantul dari permukaanya. Mukanya tampak menyemburat senang, namun bagaimana harus mengambil air sepercik dari dalam sumur yang curam?

Perempuan itu kembali terduduk. Tiba-tiba ia melepaskan stagenya yang mengikat perutnya, lalu dibuka sebelah sepatunya. Sepatu itu diikatnya dengan stagen, lalu di julurkanya ke dalam sumur. Ia mencoba mengais air yang hanya tersisa sedikit itu dengan sepatu kumalnya. betapa hausnya ia, betapa dahaganya ia.

Air yang tersisa sedikit dalam sumur itu pun tercabik, lalu ia menarik stagen perlahan-lahan agar tidak tumpah, namun tiba-tiba ia merasakan kain bajunya ditarik-tarik dari belakang.

Ketika dia menoleh, di lihatnya seekor anjing dengan lidahnya terjulur ingin meloncat masuk kedalam sumur itu. Sang pelacur pun tertegun melihat anjing yang sangat kehausan itu, sementara tenggorokannya sendiri serasa terbakar karena dahaga yang sangat.

Sepercik air kotor itu sudah ada di dalam sepatunya. kemudian dia akan meneguknya, Anjing itu mengibas-ngibaskan ekornya sambil merintih.

Pelacur itupun mengurungkan niatnya untuk mereguk air itu. Dielusnya kepala hewan itu dengan penuh kasih. Si Anjing memandangi air yang berada di dalam sepatu, lalu perempuan itu meregukan air hanya sedikit ke dalam mulut sang anjing, dan perempuan itu pun seketika terkulai roboh sambil tangannya memegang sepatu.

Melihat perempuan itu tergeletak tak bernafas lagi, sang Anjing menjilat-jilat wajahnya, seolah menyesal telah mereguk air yang semula akan direguk perempuan itu. Pelacur itu benar-benar meninggal.

Pelacur itu masuk surga karena ikhlas menolong anjing

Para malaikatpun turun kebumi menyaksikan jasad sang pelacur. Malaikat Raqib dan Atib sibuk mencatat-catat, sementara malaikat Malik dan Ridwan saling berebut. malik, si penjaga neraka sangat ingin membawa perempuan pelacur itu ke neraka.

Sementara Ridwan, si penjaga Syurga, mencoba mempertahankanya. Ia ingin membawa pelacur itu ke syurga. Akhirnya persoalan itu mereka hadapkan kepada ALLAH SWT. ?Ya Allah, sudah semestinya pelacur itu mendapat siksaan di neraka, karena sepanjang hidupnya menentang larangan Mu. ? kata Malik.

?Tidak ! ? bantah Ridwan. Kemudian Ridwan berkata kepada Allah, ? Ya Allah, bukankah hambaMu si pelacur itu termasuk seorang wanita yang ikhlas melepaskan nyawanya daripada melepaskan nyawa Anjing yang kehausan, sementara ia sendiri melepaskan kehausan yang amat sangat??

Mendengar perkataan Ridwan, Allah lalu berfirman, ? Kau benar, wahai Ridwan, wanita itu telah menebus dosa-dosanya dengan mengorbankan nyawanya demi makhlukKu yang lain. Bawalah ia ke syurga, Aku meridhoinya..?

Seketika malaikat Malik kaget dan terpana mendengar Firman Allah itu, sementara malaikat Ridwan merasa Gembira. Ia pun membawa hamba Allah itu memasuki surga. lalu Bergemalah suara takbir, para malaikat berbaris memberi hormat kepada wanita, sang hamba Allah yang ikhlas itu.

[box]Artikel ini dapet nemu di ?:?http://otakkacau.net/2011/07/31/kisah-seorang-pelacur-yang-masuk-surga-karena-menolong-anjing/?setelah mendengar sediiiikiiiiit penggalan cerita ini dari khatib shalat Jumat barusan.[/box]

Things that makes you go – “Gosh I’m old!”

Just found some ‘vintage’ computer books back from the school days.

This is about learning BASIC language

This one is for StoryBoard Plus. ?I remember how some 8 bit animation amazed me. ?The first encounter to computer abuse :p

This one I believe is quite younger. ?It is about memory management in MS-Dos 5.0 / 6.0. ?The beginning of Microsoft’s golden era.

Some Lotus add on book I never read. ?I believe it’s my sister’s

This one is for learning FoxPro 2.6 for DOS programming. Never go trough chapter 1. ?Just used for reference back then.

 

This one is for FoxPro for Windows 3.x I believe. ?See blue “Comes with Diskette” ribbon on the bottom right side. ?This also used for references only. ?Never actually read it.

I don’t recall how and when I acquire this book. ?I think it’s when I’m working as a network engineer. ?It is about Novell Netware. ?Are they still exist? ?I remember the “fire phaser = 3” thing 🙂

The only book I think still relevant until today. Never read it though.