Beranda » Indonesia

Tag: Indonesia

Time Capsule : Dari Kabel & Konektor ke iPad

Masih nyambung dengan kabar tentang rencana Foxconn (sekarang terkenal sebagai pabrik penerima order Apple untuk produksi iPhone dan iPad) buka cabang di Indonesia, kebetulan mamang nemu satu komputer lumayan jadul yang masih menggunakan kabel yang dengan bangga masih bermerek Foxconn.

 

Nah, kemungkinan pabrik yang akan Foxconn buka di Indonesia hanya akan memproduksi barang-barang seperti ini (konon hanya untuk konsumsi dalam negeri) – mengingat buruh kita yang dijual murah oleh penguasa. ?Produksi iPad atau iPhone? ?Kayaknya belum deh – jadi jangan terlalu cepat girang dulu ya para pejabat.

Serba salah sih, kita sebagai bangsa agraris ingin gaya-gayaan ikut kaum industrialis. ?Kalau pakai logika, harusnya curiga – Foxconn sebagai produsen China kok sampai mau buka pabrik di luar China? ?Kalau dia cuma mau berkelit dari issue ‘buruh kelewat murah di China’ apa mungkin dia cuma akan memindahkan issue nya menjadi ‘buruh lebih murah di Indonesia’ ?

Teuing atuh ah.

Shut Up and Take My Money!

Ihwal, dulu pernah berkuasa seorang raja dengan negara yang kaya raya. ?Sang raja sangat kolot dan berhati-hati dalam mengendalikan kerajaannya, termasuk dalam mengelola keuangan kerajaan tersebut. ?Rakyat ‘dijatah’ hasil kekayaan negara se-merata dan se-adil mungkin, bahkan saking adil nya – karena jumlah rakyatnya sangat banyak dan para patih dan keluarga kerajaan membutuhkan biaya yang cukup tinggi – terkadang setiap orang kebagian dengan sangat pas-pasan.

Kemudian kerajaan itu dilanda badai demonstrasi. Banyak orang yang tidak puas kebagian secara pas-pasan terus.

Sang raja pun lengser. ?Kehati-hatian dan ke-kolot-an itu pun tiba-tiba lenyap. ?Rakyat kerajaan ?berpesta pora lalu berubah menjadi beringas berebut jatah yang biasanya dibagi oleh sang raja. ?Ada yang dapat banyak sekali. ?Ada juga yang tidak dapat apa-apa.

Perebutan harta dan kekuasaan berlangsung sengit bagaikan sekawanan anjing yang berebut bangkai tuannya. ?Sampai bangkai sang tuan habis tidak bersisa. Anjing yang gemuk meninggalkan anjing yang kurus dan lemah untuk mati kelaparan.

Hei, rupanya para anjing baru gemuk ini menarik perhatian para saudagar kerajaan sebelah. Bau bangkai di mulut mereka menarik perhatian para anjing besar yang sedang kelaparan di luar sana. “Ini mangsa yang sangat menjanjikan” pikir mereka. ?Berbondong-bondong lah para anjing besar yang cantik-cantik dan gagah-gagah dibalik atraksi seni mereka memasuki kerajaan. “Kami akan menghibur anda dengan bayaran sepotong bangkai…” ?Sebagian anjing ada yang suka, sebagian lagi tidak. ?Mereka bertarung sampai mati untuk membela kepercayaan mereka. ?Dan si anjing asing pun melenggang dengan membawa semua bangkai yang tersisa.

[box]Mohon maaf, tulisan ini dibuat sama sekali tanpa bermaksud memojokkan hewan anjing.[/box]

Belajar dari Juru Parkir

Barusan mamang dalam rangka beternak teri (nganter anak istri), karena mau beli-beli sesuatu dulu dan mamang agak males untuk ikut masuk – mamang nongkrong saja deket si kuda merah nan setia.? Sambil nongkrong menikmati hari yang lumayan panas, mamang memperhatikan tiga orang juru parkir disana.? Satu orang juru parkir menangani sepeda motor dan dua lagi menangani parkir mobil.? Untuk yang menangani mobil, mamang bisa memahami fungsi mereka – untuk kondisi jalan yang sempit dan ramai, mungkin bantuan mereka sangat membantu para pengendara mobil untuk memarkirkan kendaraan.? Tapi untuk yang menangani sepeda motor, tampaknya peranan dia cuma seperti tukang palak saja.? Dia cuma ‘bekerja’ menghampiri sepeda motor yang akan berangkat untuk meminta uang parkir (tanpa karcis apapun tentunya).? Bahkan untuk mengarahkan dimana sebaiknya motor parkir pun tampaknya dia tidak begitu peduli.

Dari pemandangan ini mamang mendapatkan pelajaran yang cukup penting – bagaimana manusia dengan ‘pekerjaan’ yang sama bisa berbeda fungsi nya.? Ada yang berfungsi membantu, memberikan manfaat – ada pula yang berfungsi cuma sekedar sebagai mesin ‘pencari nafkah’.? Tidak dipungkiri, ketiga orang juru parkir tersebut pasti harus menafkahi paling tidak diri nya sendiri – dan sangat besar kemungkinan keluarganya juga. Bayangkan jika semua orang mencari nafkah dengan cara si juru parkir motor.? Cuma sebagai tukang palak.? Yang penting pulang bawa setoran.? Tidak peduli apakah dia sudah memberikan manfaat ataupun tidak.? Sepertinya dunia ini akan jadi tempat yang sangat tidak nyaman untuk ditempati karena penuh oleh pemalakan.? Keterpaksaan.

Tapi bayangkan jika jenis si juru parkir mobil yang dipakai sebagai acuan ‘mencari nafkah’.?? Dia sediakan manfaat, Insya Allah kebutuhan dia akan terpenuhi dengan sendirinya.? Konsep mencari nafkah seperti ini lah yang seharusnya dipakai dalam tenaga kerja kita.? Bukan dengan ingin mencari gaji sebesar-besarnya dengan sekolah setinggi-tinggi nya (mungkin lebih tepat – menyetorkan ijazah setinggi-tinggi nya), melainkan dengan mendedikasikan hidup kita pada sesuatu – apakah itu pendidikan dengan menjadi pendidik yang amanah, apakah mendedikasikan hasrat untuk belajar kita dengan menjadi peneliti, dsb.? Dengan dedikasi pada sesuatu tersebut, sepatutnyalah masyarakat dalam hal ini melalui pemerintah atau badan organisasi lainnya menopang kehidupan orang dan keluarga orang tersebut dengan apa yang disebut sebagai kompensasi atau penghasilan.? Tapi tampaknya dalam dunia materialistis seperti sekarang ini susah untuk menegakkan konsep seperti itu,.

Bingung ya?? Sama mamang juga bingung.

Lagi-Lagi Pegawai Pajak – The Next Gayus?

TRIBUNNEWS.COM/EDWIN FIRDAUS

Dhana Widyatmika telah dijadikan?tersangka kasus dugaan money laundrying dan korupsi oleh Kejaksaan Agung dengan nilai rekening gendut sebesar 60 Milyar Rupiah. ?Dari puluhan milyar Rupiah yang dicurigai tersebut, Dhana dan istrinya yang juga bekerja di kantor pajak ‘hanya’ melaporkan nilai kekayaan sebesar 1.2M Rupiah saja yang?Rp 686.722.000. diantaranya dilaporkan sebagai harta tidak bergerak yang sebagian besar ditandai ‘warisan’.

Dhana Widyatmika merupakan?PNS golongan III/c dengan pangkat Penata dengan gaji sekitar 3.7 juta rupiah. ?Pegawai pajak ini juga diketahui memiliki showroom mobil dan mini market dan sudah berbisnis sejak masih kuliah.

Dhana dan istrinya telah dicekal sejak Februari 2012, tapi saat ini tidak bisa ditemui di rumahnya karena pergi bersama istri, anak dan baby sister nya dengan menggunakan taxi.

[box]

Teori Konspirasi

Mungkin ini hanyalah sebagian kasus yang kebetulan ‘dapet arisan‘, karena setahu mamang (mamang mungkin bisa salah) memang ada semacam kegiatan ‘investasi’ uang haram ‘mereka’ yang dijalankan melalui para pengacara mereka. Investasi ?atau money laundrying ini dilakukan melalui beberapa usaha kecil dan menengah diluar lingkungan mereka ataupun didalam lingkaran mereka sendiri.

Belum lama ini mamang sempat mengobrol dengan seorang kakek (tapi masih gagah, suwer) dari temen sekolah anak mamang. ?Beliau adalah PNS golongan 3a kalau tidak salah – di salah satu kesatuan angkatan bersenjata. ?Ngobrol-ngobrol, beliau sudah 30 tahun berdinas dan setahun lagi akan pensiun. Dari pembicaraan, sempat terungkap bahwa selama ini beliau tinggal di rumah dinas dan sampai saat ini belum juga memiliki rumah sendiri. ?Beliau bersyukur bahwa penghasilan ‘bersih’ nya selama ini bisa membiayai kedua anaknya sekolah sampai tingkat D3. ?Anak bungsunya masih sekolah di salah satu SMA Negeri di Bandung dan mudah-mudahan bisa mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi.

Mungkin kalau semua PNS seperti bapak, saya yakin Indonesia akan menjadi negeri yang indah dan layak untuk ditinggali… mamang cuma bisa mendoakan semoga bapak bisa menikmati masa pensiun dengan tenang dan barokah.

Untuk PNS lain yang tidak jujur – mamang cuma bisa mendoakan semoga kalian bisa belajar dan dibukakan hati nya agar kembali ke jalan yang benar. ?Ingat, harta haram yang kalian nikmati sekeluarga tidak akan menjadi barokah dan hanya akan membawa kesengsaraan di masa depan.

[/box]

Nigerian Scam dalam Bahasa Indonesia?

Bahasa Indonesia bukan saja sudah mendunia di Facebook dan Twitter karena banyaknya pemakai kedua situs media sosial tersebut yang berasal dari Indonesia, tapi rupanya sudah mulai merambah juga ke e-mail penipuan atau yang lebih terkenal dengan ‘Nigerian Scam’.

Oke, kembali ke Bahasa Indonesia dalam proses globalisasi – hari ini mamang menerima e-mail dari seseorang dengan nama yang “Indonesiawi” yang isi email nya kurang lebih seperti yang biasa pada e-mail scam yang banyak beredar dalam Bahasa Inggris.

Yang menarik dari hal ini – rupanya Bahasa Indonesia betul-betul sudah menjadi bahasa yang cukup diperhitungkan di dunia maya 🙂